Penjabat Tangan
oleh Rusdi Hartono S.
malam demi malam,
hingga waktu pagi singgah di pertengahannya
diperantauan ini, ada sejengkal sejarah yang kutinggalkan
teriringi juga segelintir detik yang menemani nafasku
aku mangajak hari dalam petualangan kali ini
semilir angin mengusik kehangatan malam
memori di dalam benak mengajakku melompat mengenang masa-masa itu
saat aku masih bisa melihat gulungan ombak,
dan terdengar deburannya yang segar
masa-masa itu kita lewati dengan riang dan tawa
dari pagi hingga larut malam
dari awal dan akhir kita berjabat tangan
tiada jarak yang terlewatkan tanpa kebersamaan
sungguh, jiwa-jiwa kita masih terasa segar di usia sekarang
memori-memori kita masih guyub akan keramah-tamahan
aku akan membawa kalian untuk menemaniku
disetiap petak gambar dengan gurat senyum yang kita kenang
terlihat suguhan keceriaan yang tidak terbatasi waktu
berharap kita bertemu tidak sepenggal waktu
ada untaian doa yang siap mempertemukan kita kembali
ini akan menjadi cerita
kepada kerabat dan keluarga kita
di luar sana, aku bertemu saudaraku
dan ibu, harus tahu bahwa mereka juga anakmu
aku bawakan sebungkus kenangan,
nikmatilah selagi bisa kuhidangkan
